FOKUSMEDIA.CO.ID — Sebelas personel militer Suriah tewas dalam ledakan di sebuah fasilitas penyimpanan senjata di daerah Ayash, sebelah barat Kota Deir al-Zour. Kementerian Pertahanan Suriah menggelar upacara pemakaman di Rumah Sakit Nasional Deir al-Zour pada Sabtu (19/9), sehari setelah insiden yang penyebabnya belum diungkap otoritas setempat itu.
Otoritas setempat menyatakan ledakan terjadi di fasilitas penyimpanan senjata. Tim darurat, kesehatan, dan keamanan dikerahkan ke lokasi begitu insiden dilaporkan, sementara tim penyelamat menyisir area untuk mencari korban serta personel yang dilaporkan hilang.
Penyebab Ledakan Belum Diketahui
Hingga upacara pemakaman digelar, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan. Belum ada temuan resmi yang dirilis pihak berwenang Suriah.
Insiden di Deir al-Zour memperpanjang daftar ledakan serupa di fasilitas penyimpanan amunisi dan senjata di Suriah sepanjang September. Pola kejadiannya tersebar di beberapa provinsi dengan korban yang berbeda-beda.
Sebelumnya pada September, ledakan di fasilitas sementara yang dipakai mengumpulkan senjata dan sisa-sisa perang dekat Sarmada, Provinsi Idlib, menewaskan 14 orang. Angka itu dirilis otoritas kesehatan setempat.
Ledakan lain dilaporkan terjadi di lokasi penyimpanan amunisi dekat al-Dumayr, di pedesaan Damaskus. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Deir al-Zour dan Beban Sisa Perang
Provinsi Deir al-Zour berbatasan langsung dengan Irak dan dibelah Sungai Eufrat. Wilayah ini menjadi medan pertempuran utama selama bertahun-tahun konflik Suriah.
Sampai sekarang, Deir al-Zour masih menghadapi tantangan keamanan berlapis. Selain risiko ledakan di fasilitas penyimpanan senjata, wilayah itu menyimpan ancaman dari amunisi yang belum meledak dan tertinggal dari perang.
Rangkaian ledakan di gudang senjata dalam satu bulan menunjukkan persoalan penanganan sisa amunisi belum tuntas. Pihak berwenang belum memberi keterangan apakah ada evaluasi prosedur penyimpanan senjata menyusul insiden terbaru.