BSI

BSI Catat Laba Bersih Rp7,96 Triliun Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

BSI Catat Laba Bersih Rp7,96 Triliun Sepanjang 2025, Naik 8 Persen
BSI Catat Laba Bersih Rp7,96 Triliun Sepanjang 2025, Naik 8 Persen

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp7,96 triliun sepanjang 2025. Angka ini meningkat 8,01% secara tahunan dari Rp7 triliun pada 2024.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dari penyaluran dana yang naik 13,07% yoy menjadi Rp29,93 triliun. Bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga naik 15,73% menjadi Rp9,13 triliun.

Pendapatan setelah distribusi bagi hasil tercatat meningkat 11,93% yoy menjadi Rp20,8 triliun. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pendanaan dan pembiayaan BSI sepanjang tahun lalu.

Kinerja Pembiayaan dan Kualitas Aset

Bank syariah terbesar di Indonesia ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,22 triliun sepanjang 2025. Angka ini naik 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring peningkatan pembiayaan, kualitas aset juga membaik. Non performing financing (NPF) gross turun menjadi 1,81% dari sebelumnya 1,90%, sedangkan NPF net menurun menjadi 0,47% dari 0,50%.

Peningkatan kualitas pembiayaan mencerminkan manajemen risiko yang lebih baik. Hal ini memungkinkan bank menjaga kestabilan operasional meski terjadi ekspansi kredit yang cukup besar.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Rasio FDR

Dana pihak ketiga (DPK) BSI mengalami pertumbuhan 16,19% yoy menjadi Rp380,48 triliun hingga kuartal IV-2025. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan syariah BSI.

Rasio pembiayaan terhadap simpanan atau financing to deposit ratio (FDR) menurun menjadi 83,74% dari sebelumnya 84,97%. Penurunan ini menunjukkan bank memiliki likuiditas yang lebih baik dan ruang lebih luas untuk ekspansi pembiayaan.

Kondisi ini juga menjadi indikator bank mampu menjaga keseimbangan antara penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan tanpa meningkatkan risiko likuiditas.

Aset dan Strategi Ekspansi BSI

Total aset BSI meningkat 11,64% yoy menjadi Rp456,19 triliun pada akhir 2025. Lonjakan aset ini mencerminkan strategi ekspansi dan optimalisasi portofolio pembiayaan yang diterapkan manajemen.

Kenaikan aset sekaligus menegaskan posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Pertumbuhan aset didukung kombinasi antara peningkatan pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga.

Ekspansi ini memungkinkan bank memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kontribusi terhadap sektor ekonomi syariah nasional. Dengan basis aset yang lebih besar, BSI siap menghadapi tantangan dan peluang di tahun-tahun mendatang.

Prospek dan Langkah Strategis Tahun Depan

Dengan pencapaian kinerja positif sepanjang 2025, BSI memiliki landasan kuat untuk pertumbuhan di 2026. Fokus ke depan akan tetap pada peningkatan kualitas pembiayaan, pertumbuhan DPK, dan inovasi produk perbankan syariah.

Manajemen berkomitmen menjaga kestabilan rasio NPF sekaligus memperkuat likuiditas melalui manajemen DPK yang efisien. Hal ini sejalan dengan target BSI untuk terus meningkatkan laba dan kontribusi terhadap perekonomian syariah Indonesia.

Bank juga menekankan pentingnya pengembangan layanan digital dan inklusi keuangan syariah. Strategi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperluas basis nasabah di seluruh Indonesia.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, BSI siap menghadapi dinamika pasar perbankan. Kinerja positif yang tercatat pada 2025 memberikan fondasi kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index