Haji

Pelunasan Haji Reguler Capai 95 Persen, Pemerintah Fokus Siapkan Petugas

Pelunasan Haji Reguler Capai 95 Persen, Pemerintah Fokus Siapkan Petugas
Pelunasan Haji Reguler Capai 95 Persen, Pemerintah Fokus Siapkan Petugas

JAKARTA - Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk calon jamaah haji reguler telah mencapai angka signifikan yaitu 95,42 persen, sementara jamaah khusus sudah menyentuh sekitar 96 persen. 

Data ini disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mohammad Irfan Yusuf, sebagai tanda kuat bahwa persiapan keberangkatan haji tahun 2026 memasuki fase akhir yang penting.

Irfan Yusuf menegaskan bahwa masih ada waktu dua hari ke depan untuk menyelesaikan pelunasan dan optimistis target 100 persen akan tercapai. 

Kuota haji Indonesia yang berjumlah 221.000 orang, dengan 203.320 di antaranya merupakan jamaah reguler dan sisanya jamaah khusus, sesuai dengan Undang-undang Penyelenggaraan Haji, menunjukkan skala besar persiapan yang harus dilakukan pemerintah.

Pemeriksaan Kesehatan Istitha’ah yang Lebih Ketat

Menteri Irfan juga menjelaskan bahwa jamaah yang sudah melakukan pelunasan dipastikan telah melalui proses pemeriksaan kesehatan istitha’ah yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan tuntutan dari Kementerian Haji Arab Saudi untuk memastikan bahwa setiap jamaah yang berangkat benar-benar siap secara fisik.

"Ini juga untuk mengakomodasi permintaan dari Kementerian Haji Saudi agar jamaah haji yang berangkat benar-benar siap secara fisik, bukan hanya secara mental," ujar Irfan.

Peningkatan ketatnya pemeriksaan kesehatan ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, terutama mengingat usia jamaah yang bervariasi dan tantangan cuaca ekstrim.

Fokus pada Pelayanan Medis dan Kesehatan Jamaah

Selain pelunasan dan kesehatan jamaah, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada layanan medis selama penyelenggaraan ibadah haji. Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa kesehatan jamaah menjadi fokus utama, dan petugas haji adalah perwakilan negara yang harus memberikan pelayanan terbaik.

"Petugas haji adalah perwakilan layanan negara kepada jamaah haji. Karena itu kita siapkan mereka selama satu bulan agar benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik," jelas Irfan.

Pemerintah berkomitmen memastikan setiap aspek pelayanan dari akomodasi, transportasi, hingga kesehatan mendapat perhatian serius, agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Rekrutmen Petugas Haji Berbasis Transparansi dan Akuntabilitas

Salah satu kunci sukses penyelenggaraan haji adalah kualitas petugas haji yang melayani jamaah di Arab Saudi. Proses rekrutmen petugas haji dilakukan secara terbuka, menjunjung tinggi prinsip bersih, jujur, dan transparan agar masyarakat dapat mengawasi secara publik.

Irfan menginformasikan bahwa pada hari ini juga ditutup kegiatan training of trainers (TOT) bagi para fasilitator petugas haji, yang berjumlah sekitar 179 orang. Mereka akan bertugas membina dan menyiapkan petugas haji agar siap menjalankan tanggung jawabnya dengan profesional.

Pendidikan dan Pelatihan Petugas Haji Dimulai Januari 2026

Pendidikan dan pelatihan (diklat) petugas haji direncanakan dimulai pada 10 Januari 2026 dan akan berlangsung selama satu bulan di dalam negeri sebelum keberangkatan. Masa pelatihan ini sangat krusial untuk membekali petugas dengan pengetahuan dan keterampilan penting.

Materi diklat mencakup kesiapan fisik, pemahaman tugas-tugas operasional di Arab Saudi, pembekalan fikih haji agar pengetahuan agama terjaga dengan baik, serta penguasaan bahasa Arab standar yang akan sangat berguna dalam komunikasi dengan jamaah dan otoritas setempat.

Tantangan dan Strategi Pemerintah dalam Penyelenggaraan Haji

Penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar soal kuota dan keberangkatan, melainkan sebuah rangkaian kompleks yang melibatkan berbagai aspek teknis, kesehatan, hingga pelayanan sosial. 

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah terus berupaya mengantisipasi tantangan seperti keterbatasan waktu pelunasan, kesiapan kesehatan jamaah, hingga pengelolaan petugas.

Dengan strategi rekrutmen terbuka dan pelatihan menyeluruh, pemerintah memastikan petugas haji yang terlibat bukan hanya handal secara teknis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan ramah dan empati kepada jamaah yang membutuhkan pendampingan selama ibadah.

Sinergi Antarlembaga dan Komitmen Nasional

Penyelenggaraan haji tahun 2026 menjadi bukti sinergi yang kuat antar berbagai lembaga pemerintah dan stakeholder terkait. 

Kementerian Haji dan Umrah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, serta instansi lainnya untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar dan sesuai standar internasional.

Komitmen ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya tugas administrasi, tetapi juga amanah besar untuk menjaga kehormatan jamaah dan nama baik bangsa di mata dunia.

Optimisme Menjelang Keberangkatan Haji 2026

Menteri Irfan Yusuf menunjukkan optimisme tinggi bahwa seluruh proses pelunasan akan tuntas tepat waktu dan persiapan fisik serta mental jamaah dan petugas akan berjalan optimal. 

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi setiap tahapan penyelenggaraan agar ibadah haji tahun ini menjadi pengalaman yang bermakna dan lancar bagi seluruh jamaah.

Dengan capaian pelunasan sebesar 95,42 persen untuk jamaah reguler dan 96 persen untuk jamaah khusus, serta persiapan petugas haji yang matang melalui pelatihan intensif, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menyukseskan penyelenggaraan haji tahun 2026. 

Pemeriksaan kesehatan ketat dan pelayanan prima menjadi prioritas utama demi memastikan ibadah berjalan aman, lancar, dan khusyuk.

Pelunasan tepat waktu, kesiapan petugas, dan sinergi antarlembaga akan menjadi fondasi kuat menuju penyelenggaraan haji yang lebih berkualitas dan profesional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index