JAKARTA - Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan pembangunan IKN akan berjalan seimbang antara fisik dan lingkungan.
Kawasan IKN berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan pembangunan dirancang jangka panjang dengan memperhatikan keberlanjutan kawasan.
Fokus pembangunan tidak hanya pada percepatan infrastruktur dasar, tetapi juga memperkuat kondisi lingkungan secara menyeluruh. Strategi ini diterapkan di Sepaku sebagai inti pengembangan IKN. Tujuannya adalah membangun kawasan yang modern sekaligus lestari.
Langkah ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan kemajuan fisik dengan perlindungan lingkungan. Setiap fasilitas dan proyek dirancang untuk mempertahankan ekosistem asli. Pembangunan IKN diarahkan agar berdampak positif secara sosial, ekonomi, dan ekologis.
Penguatan Fasilitas Pendukung Berbasis Ekologis
Fasilitas pendukung dikembangkan untuk memastikan setiap pembangunan fisik sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Pembangunan ini tidak hanya menekankan fungsi operasional, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologis. Salah satunya adalah perencanaan kawasan glamping yang ramah lingkungan.
Kawasan glamping didesain agar pemanfaatannya optimal tanpa merusak alam sekitar. Tata kelola fasilitas ini dirancang fungsional dan terorganisir, sambil tetap mempertahankan karakter alami. Tujuannya adalah menciptakan ruang hidup berkualitas dan harmonis dengan lingkungan.
Dengan pendekatan ini, IKN dapat menjadi contoh kawasan modern yang tetap menjaga ekosistem. Fasilitas pendukung ini mendukung mobilitas manusia sekaligus menjaga keseimbangan alam. Konsep pembangunan berkelanjutan ini menjadi landasan strategi jangka panjang IKN.
Area Glamping Dukung Akomodasi dan Ruang Terbuka
Area glamping berfungsi sebagai akomodasi sementara sekaligus memperkuat ruang terbuka hijau. Kawasan ini menggabungkan kenyamanan modern dengan pengalaman berada di alam terbuka. Konsep ini mendukung mobilitas pekerja, tamu, dan pemangku kepentingan di ibu kota baru.
Fasilitas glamping memungkinkan interaksi manusia dengan alam secara seimbang. Desainnya memperhatikan kualitas lingkungan serta kenyamanan pengunjung. Area ini menjadi bagian dari strategi pembangunan regional terpadu yang menekankan kelestarian.
Dengan keberadaan glamping, kebutuhan hunian sementara dapat terpenuhi tanpa mengorbankan kualitas lanskap alam. Pendekatan ini memastikan aktivitas manusia tidak mengganggu keseimbangan ekologis. Glamping menjadi simbol integrasi antara pembangunan fisik dan keberlanjutan lingkungan.
Pembangunan Infrastruktur IKN Terus Berlanjut
Pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana, menepis kabar proyek bakal dihentikan. Bandara Internasional Nusantara tengah dibangun sebagai bagian dari infrastruktur inti. Lokasinya sekitar 23 kilometer barat daya IKN, dan pembangunan berlangsung secara terencana.
Proyek infrastruktur lainnya juga dirancang untuk mendukung konektivitas kawasan. Jalan, fasilitas publik, dan layanan transportasi menjadi prioritas. Semua proyek diawasi untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Langkah ini memastikan IKN tetap berkembang menjadi ibu kota modern dan ramah lingkungan. Pembangunan fisik berjalan selaras dengan tata ruang yang berkelanjutan. Konsep ini menjadikan IKN sebagai kawasan unggul dan lestari.
Konsep Ramah Lingkungan Jadi Landasan Strategis
Setiap aspek pembangunan IKN menekankan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutan. Tata ruang kawasan diatur agar meminimalkan degradasi alam. Konsep ini berlaku pada pembangunan fasilitas, hunian, dan area publik.
Pengembangan dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan ekologis dan kenyamanan manusia. Ruang terbuka hijau terus diperluas untuk menjaga kualitas lingkungan. IKN dirancang sebagai kota yang modern sekaligus berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dengan strategi ini, IKN dapat menjadi model pembangunan ibu kota baru yang seimbang. Infrastruktur dan lingkungan berjalan beriringan, mendukung kehidupan sosial dan ekosistem. Konsep berkelanjutan ini menegaskan visi IKN sebagai ibu kota masa depan yang lestari.