Kemenlu RI Perkuat Hubungan Strategis Melalui Dialog 2 Plus 2

Kamis, 08 Januari 2026 | 15:53:38 WIB
Kemenlu RI Perkuat Hubungan Strategis Melalui Dialog 2 Plus 2

JAKARTA - Indonesia dan Turki kembali mengintensifkan hubungan bilateral dengan menggelar pertemuan "2 plus 2" yang akan berlangsung pada 9-10 Januari 2026 di Ankara, Turki. 

Pertemuan tingkat tinggi ini merupakan kelanjutan dari High Level Strategic Cooperation Council yang sudah terjalin erat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

Fokus utama pertemuan ini adalah memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang krusial seperti keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi.

Mekanisme 2 Plus 2: Format Diplomasi Tingkat Tinggi

Mekanisme "2 plus 2" adalah forum dialog antara dua negara yang melibatkan dua kementerian kunci: Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Dalam kasus Indonesia, selain dengan Turki, mekanisme serupa sudah diterapkan dengan beberapa negara mitra strategis seperti Australia, Jepang, China, dan Prancis. 

Dengan format ini, pembahasan bilateral dapat berjalan secara menyeluruh, mencakup aspek diplomasi dan pertahanan yang erat kaitannya dengan keamanan nasional.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, forum ini akan membahas "kerja sama strategis bilateral di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi." Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Turki berkomitmen untuk meningkatkan kemitraan mereka secara multidimensi demi kepentingan kedua bangsa.

Kerja Sama Industri Pertahanan dan Isu Regional

Pertemuan 2 plus 2 ini juga akan menjadi momentum penting untuk memperdalam kerja sama di sektor industri pertahanan antara kedua negara. Mengingat kondisi geopolitik yang dinamis, kolaborasi dalam bidang pertahanan menjadi krusial sebagai upaya menjaga stabilitas regional dan nasional.

Selain itu, kedua negara juga membahas isu-isu regional yang sedang hangat, seperti dinamika di kawasan Eropa, Asia Tenggara, dan Pasifik. Dengan dialog terbuka ini, Indonesia dan Turki berupaya mencari solusi bersama serta meningkatkan peran aktif mereka dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Kolaborasi Multilateral di Forum Internasional

Indonesia dan Turki tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memperluas kerja sama multilateral di forum-forum internasional seperti G20, ASEAN, dan BRICS. 

Sebagai negara yang memiliki peran strategis di kawasan masing-masing, keduanya berkomitmen untuk saling mendukung agenda-agenda penting, baik di bidang ekonomi maupun politik global.

Kedua negara juga secara aktif membahas isu kemanusiaan dan keamanan global, seperti kondisi di Palestina dan dukungan terhadap International Security Force (ISF). Hal ini mencerminkan bahwa kerja sama mereka tidak hanya terbatas pada kepentingan nasional, tetapi juga pada kontribusi terhadap perdamaian dunia.

Undangan Indonesia untuk KTT D-8

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia juga akan menyampaikan undangan resmi dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Turki Erdogan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang akan digelar pada 15 April 2026. 

Sebagai ketua D-8 periode 2026, Indonesia berperan aktif dalam menguatkan solidaritas dan kerja sama ekonomi antara negara-negara anggota.

D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi yang terdiri dari delapan negara berkembang dengan potensi besar dalam memperkuat perekonomian anggota. 

KTT D-8 nanti akan menjadi wadah penting untuk mendiskusikan berbagai peluang dan tantangan ekonomi global serta mencari langkah-langkah konkret untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan bersama.

Menjaga Momentum Hubungan Strategis Indonesia-Turki

Pertemuan 2 plus 2 ini menjadi tonggak penting bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Turki yang telah terjalin dengan erat selama bertahun-tahun. Dalam konteks global yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, kerja sama bilateral yang kuat menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan bersama.

Dengan menggabungkan kekuatan diplomasi dan pertahanan, Indonesia dan Turki menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional masing-masing sekaligus berkontribusi dalam stabilitas kawasan dan dunia. 

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan berperan aktif untuk mewujudkan hasil-hasil konkret dari dialog ini yang dapat dirasakan manfaatnya oleh kedua masyarakat.

Pertemuan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kedua negara siap membuka babak baru dalam hubungan bilateral yang lebih inklusif dan progresif, tidak hanya dalam lingkup regional, tapi juga secara global. 

Melalui dialog terbuka dan kerjasama strategis, Indonesia dan Turki mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan dengan keyakinan dan sinergi yang semakin kuat.

Terkini