Alasan FIFA Anulir Gol Kroasia saat Lawan Portugal di Piala Dunia

Alasan FIFA Anulir Gol Kroasia saat Lawan Portugal di Piala Dunia
FIFA Buka Suara Terkait Kontroversi Gol Kroasia yang Dianulir [FOTO: NET].

JAKARTA - FIFA menyampaikan klarifikasi resmi mengenai kontroversi dianulirnya gol Kroasia ketika bersua Portugal pada fase 32 besar Piala Dunia 2026.

Insiden kontroversial itu bergulir sehabis pemain bertahan Kroasia Josko Gvardiol menceploskan bola ke gawang pada masa injury time laga 32 besar Piala Dunia 2026 Portugal vs Kroasia, Jumat (3/7/2026) pagi WIB.

 Gol pada menit ke-90+13 tersebut sempat dirayakan dengan penuh sukacita oleh skuad Kroasia yang yakin laga bakal diteruskan ke babak perpanjangan waktu.

Akan tetapi, wasit Espen Eskas asal Norwegia membatalkan gol itu seusai mengecek teknologi offside. Ketetapan tersebut lantas mendatangkan protes keras dari para penggawa Kroasia setelah peluit panjang berbunyi.

Melalui keterangan resminya, FIFA memaparkan bahwa faktor pembatalan gol bukan karena penyelesaian akhir dari Josko Gvardiol, melainkan akibat sentuhan yang terjadi beberapa saat sebelumnya.

Sebelum Mario Pasalic menyodorkan umpan yang kelak dikonversi Gvardiol menjadi gol, bola didapati sempat menyentuh kepala striker Igor Matanovic.

Kontak yang hampir luput dari pandangan itu mengubah fase serangan. Imbasnya, ketika Pasalic kembali mengambil peran dalam alur serangan berikutnya, posisinya dinilai telah berdiri dalam situasi offside.

"Menurut data teknologi Connected Ball yang terdapat pada bola resmi pertandingan Trionda, terbukti terjadi kontak oleh pemain Kroasia bernomor punggung 20, Igor Matanovic, dalam proses terjadinya gol ke gawang Portugal. Hal itu memungkinkan wasit menentukan posisi offside dengan tepat dan menganulir gol tersebut," demikian bunyi pernyataan FIFA.

FIFA turut memaparkan mekanisme kerja teknologi yang diterapkan dalam kasus itu. Di bagian dalam bola resmi Piala Dunia 2026, ditanam sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang dapat mendeteksi tiap-tiap sentuhan, termasuk gesekan yang amat tipis dan sukar diamati mata telanjang.

Informasi dari sensor itu dipaparkan kepada pemegang hak siar lewat visualisasi grafik yang jamak disebut grafik detak jantung, guna mempermudah jajaran pengadil lapangan mengambil keputusan secara kilat dan tepat.

"Sensor IMU yang terdapat di dalam bola Trionda mampu mendeteksi bahkan sentuhan paling kecil sekalipun. Data itu ditampilkan kepada penonton melalui grafik 'heartbeat' dan memberikan tingkat akurasi yang belum pernah ada sebelumnya bagi ofisial pertandingan dalam mengambil keputusan," tulis FIFA.

Klarifikasi FIFA ini diluncurkan menyusul banyaknya protes dari kubu Kroasia atas pembatalan gol di detik-detik akhir laga. Gol itu sejatinya bakal menyamakan kedudukan dan menyeret laga ke babak tambahan andai disahkan.

Akan tetapi, mengacu pada data teknologi Connected Ball serta sistem offside semiautomatis, ketetapan wasit dipastikan valid sehingga Portugal tetap memegang keunggulan dan menyegel tiket ke fase selanjutnya di Piala Dunia 2026.

Adidas mula-mula memperkenalkan teknologi tersebut pada Oktober tahun lalu lewat tajuk "Teknologi Bola Terhubung" atau "Connected Ball Technology".

Sensor penangkap gerak disematkan langsung pada salah satu dari empat panel bola. Supaya keseimbangan bola tidak terganggu, area lain ditambahkan pemberat agar persebaran bobotnya tetap seimbang.

Informasi dari sensor disalurkan secara langsung menuju sistem VAR sepanjang laga berlangsung. 

Teknologi ini mampu memperlihatkan waktu kontak bola secara presisi, termasuk membantu meninjau potensi handball, kecepatan sepakan pemain, serta beragam kondisi lain di atas lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index