Bank Jago

Bank Jago Catat Pertumbuhan Laba dan Kredit Signifikan dengan Strategi Efisiensi 2025-2026

Bank Jago Catat Pertumbuhan Laba dan Kredit Signifikan dengan Strategi Efisiensi 2025-2026
Bank Jago Catat Pertumbuhan Laba dan Kredit Signifikan dengan Strategi Efisiensi 2025-2026

JAKARTA - PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp276 miliar pada tahun buku 2025. Angka ini naik 6,9% secara kuartalan dan melonjak 115% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 59% secara tahunan. Pendapatan non-bunga juga meningkat 57% seiring pertumbuhan kredit dan aktivitas transaksi nasabah.

Efisiensi Biaya dan Rasio CIR yang Semakin Baik

Rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) Bank Jago membaik dari 74% pada 2024 menjadi 58% pada 2025. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Faiq Asad, memperkirakan efisiensi ini akan terus meningkat hingga mencapai 51% pada 2026 dan 43% pada 2027.

Penurunan CIR diproyeksikan mendorong pertumbuhan laba bersih masing-masing sebesar 90% pada 2026 dan 84% pada 2027. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Jago mampu mengoptimalkan operasional meski biaya teknologi dan infrastruktur tetap signifikan.

Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan Syariah yang Stabil

Penyaluran kredit dan pembiayaan syariah ARTO mencapai Rp24,3 triliun pada akhir 2025, meningkat 38% secara tahunan. Data Januari 2026 menunjukkan kredit meningkat menjadi Rp24,5 triliun atau naik 31,6% yoy, menandakan momentum pertumbuhan masih terjaga.

Faiq memperkirakan pertumbuhan kredit tetap solid di level 36% pada 2026. Meski kondisi ekonomi diprediksi lebih lemah, Bank Jago mampu menjaga keberlanjutan ekspansi kreditnya.

Pendanaan dan Rasio Dana Murah yang Meningkat

Total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp25,9 triliun pada 2025, naik 38% yoy. Rasio dana murah (CASA) juga meningkat dari 48% menjadi 50% pada kuartal III 2025, memperkuat likuiditas bank.

Pada Januari 2026, DPK tercatat Rp25,5 triliun dengan CASA naik menjadi 51%. Struktur pendanaan yang lebih sehat menurunkan biaya dana (CoF) menjadi 3,8% dan mendorong margin bunga bersih (NIM) naik ke 8,5% dari 8,1% pada kuartal sebelumnya.

Prospek Pertumbuhan dan Rekomendasi Saham ARTO

Maybank Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan rekomendasi beli saham Bank Jago dengan target harga Rp2.600. Faiq menilai prospek pertumbuhan perusahaan solid, didukung ekspansi kredit berkelanjutan, perbaikan struktur pendanaan, dan leverage operasional yang lebih jelas.

Ia menekankan momentum pertumbuhan ARTO tetap terjaga meski investasi pada teknologi, infrastruktur, dan keamanan masih signifikan. Kinerja tahun buku 2025 menunjukkan pendapatan mampu melampaui kenaikan biaya operasional, memperkuat posisi profitabilitas bank.

Target Laba dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Target harga saham mencerminkan estimasi price-to-book value (P/BV) sebesar 4,1 kali untuk 2026. Faiq mengingatkan risiko seperti melemahnya konsumsi masyarakat, likuiditas lebih ketat dari perkiraan, serta potensi penurunan kualitas aset yang harus diwaspadai investor.

Maybank Sekuritas memperkirakan laba bersih ARTO akan mencapai Rp524 miliar pada akhir 2026. Pada 2027, laba diprediksi melonjak menjadi Rp964 miliar, menandakan pertumbuhan yang kuat jika risiko dapat dikelola dengan baik.

Dengan efisiensi biaya, pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, dan perbaikan struktur pendanaan, Bank Jago menegaskan strategi yang mampu meningkatkan profitabilitas jangka panjang. Perbankan digital ini terus menunjukkan kapasitas untuk menghadapi tantangan ekonomi sekaligus menjaga momentum ekspansi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index