PalmCo Latih 50 Peserta Kembangkan Usaha Roti dan Kue

Selasa, 14 Juli 2026 | 17:49:01 WIB
Dorong Usaha Rumahan, PalmCo Beri Pelatihan Baking ke 50 Peserta [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perkebunan dan agribisnis kelapa sawit, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, mengadakan pelatihan pembuatan roti dan kue bagi 50 peserta sebagai upaya mendongkrak keahlian sekaligus merangsang pertumbuhan bisnis rumahan.

Seluruh peserta yang berjumlah 50 orang itu mencakup para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ibu rumah tangga, kalangan remaja berumur produktif, mitra binaan korporasi, hingga utusan dari yayasan inklusif.

“Bagi kami, penyaluran bantuan TJSL ini menjadi investasi sosial perusahaan untuk membangun kemandirian masyarakat,” kata Direktur Utama PalmCo Jatmiko K Santosa dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa (14/07/2026).

Pelatihan bertajuk Baking Class 2026 ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikonsentrasikan pada penguatan kapasitas ekonomi publik di sekitar kawasan operasional perseroan.

Jatmiko mempunyai harapan agar keahlian yang didapatkan para peserta kelak bisa dikembangkan menjadi produk bisnis dan keran pendapatan yang berkesinambungan bagi keluarga.

Ia menuturkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia memegang andil krusial dalam mengokohkan ketahanan ekonomi keluarga, utamanya di sekeliling wilayah operasional korporasi.

“Peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga didorong untuk membangun keberanian memulai usaha, berinovasi, serta membaca peluang pasar,” ujarnya.

Masyarakat yang ikut serta dalam pelatihan ini berasal dari UMKM binaan Rumah BUMN Pabatu, Yayasan Khadijah Sharaswaty, serta publik secara umum di wilayah Sumatera Utara. Agenda ini pun mengikutsertakan perwakilan dari Sulawesi demi memperluas cakupan program.

Dalam proses realisasinya, perseroan menggandeng Lesaffre Indonesia (Saf-Instant) bersama PT Indojaya Perkasa Abadi.

Jalannya pelatihan dipandu oleh Chef Syamsuddin beserta tim asistensi lewat metode praktik secara langsung, diawali dari proses menakar dan memadukan bahan, mengolah serta memfermentasi adonan, mencetak produk, sampai teknik pemanggangan di oven.

Ada tiga jenis produk yang dipraktikkan, yakni roti Polo Boy, pepperoni pizza, dan pao. Para peserta pun memboyong pembekalan terkait pengendalian mutu, merawat konsistensi produk, hingga memetakan peluang pasar di lingkungan masing-masing.

Usai merampungkan pelatihan, peserta dipacu untuk membentuk kelompok bisnis mandiri, mengokohkan kolaborasi antarmitra binaan, serta memaksimalkan pemasaran digital agar produk yang diproduksi memiliki jangkauan pasar yang kian luas.

Salah satu perwakilan peserta, Winy, berpendapat bahwa materi pelatihan ini bisa langsung dipraktikkan secara mandiri di rumah sekaligus menjadi modal awal untuk merintis bisnis demi menambah pemasukan keluarga.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan ilmu dan keterampilan baru yang bisa langsung kami praktikkan di rumah maupun dikembangkan menjadi usaha," ungkap Winy.

Agenda tersebut melengkapi aneka program pemberdayaan ekonomi yang sebelumnya telah digulirkan oleh perusahaan di sejumlah kawasan kerja.

Di wilayah Kabupaten Kampar, Riau, PalmCo berkolaborasi dengan Dinas Perikanan setempat menggelar pelatihan budi daya serta pengolahan ikan lele untuk 50 kaum perempuan yang berasal dari Desa Hang Tuah dan Desa Genduang Jaya.

Pelatihan di wilayah Riau tersebut dikonsepkan demi menyokong ketahanan pangan, memicu ketersediaan lapangan kerja di kawasan perdesaan, serta mendongkrak nilai ekonomi dari hasil perikanan lewat pemanfaatan produk olahan.

Program ini menjadi bagian dari metode pemberdayaan yang berpijak pada potensi lokal yang tiada henti digodok oleh perusahaan di pelbagai wilayah operasional serta menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), utamanya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Pihak Pemerintah pun tiada henti memacu penguatan kapasitas UMKM sebagai salah satu roda penggerak ekonomi nasional. 

Merujuk pada data otoritas pemerintah di pengujung 2024, populasi UMKM di Indonesia menembus kisaran 64,2 juta unit usaha dengan sumbangsih sekitar 61,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp8.573 triliun.

Lini UMKM juga mengabsorpsi sekitar 117 juta tenaga kerja atau berkisar 97 persen dari keseluruhan total tenaga kerja nasional. Pemerintah terus memacu peningkatan keahlian serta kewirausahaan supaya semakin banyak sektor UMKM yang mempunyai daya saing lebih kokoh.

Terkini