Implementasi Program CNG, Pertagas Masih Tunggu Kebijakan Pemerintah

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:52:02 WIB
Pertagas Siap Dukung Program CNG Pengganti LPG, Tunggu Arahan Pusat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas) menegaskan kesiapannya dalam mendukung implementasi program penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG). 

Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menyampaikan bahwa hingga saat ini program CNG masih dalam tahap persiapan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk dalam hal uji coba tabung yang nantinya akan digunakan. 

Oleh karena itu, Pertagas masih menantikan arah kebijakan serta skema implementasi yang akan ditetapkan pemerintah sebelum mengambil peran dalam program tersebut.

“Jadi prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk turut serta, akan siap support, melihat juga dari peran kami misalnya sebagai infrastrukturnya,” ujar Sulthani di Stasiun Kompresor Gas (SKG) Tegalgede, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, kontribusi Pertagas akan bergantung pada desain distribusi CNG yang dipilih oleh pemerintah. Apabila penyaluran dilakukan melalui stasiun kompresi atau memerlukan jaringan transmisi menuju titik distribusi tertentu, maka infrastruktur milik Pertagas dapat dimanfaatkan.

 Sulthani menambahkan, aspek teknis maupun mekanisme bisnis program tersebut masih menunggu ketetapan pemerintah, termasuk regulasi dari sektor minyak dan gas bumi.

“Nanti teknisnya seperti apa, mungkin kami harus lihat juga nanti dari migas sendiri, berkaitan dengan apakah ketetapannya ataupun juga mekanisme bisnisnya. Nanti kami lihat dari pemerintah seperti apa,” tuturnya.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, Sulthani memastikan jaringan transmisi gas Pertagas telah terhubung di sebagian besar wilayah strategis, sehingga berpotensi menjadi tulang punggung distribusi apabila program CNG mulai diimplementasikan secara luas.

“Secara pipa, mostly kalau kami bicara dari Sumatra bagian tengah sampai ke Jawa bagian timur, kami sudah terhubung pipanya sebagai pipa backbone,” katanya.

Terkini