Rupiah Melemah ke Rp18.128, Ini Proyeksi hingga Akhir Tahun

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.128, Ini Proyeksi hingga Akhir Tahun [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah diproyeksikan bakal bergerak menguat pada penutupan tahun 2026 nanti atau bertengger di bawah kisaran Rp18.000 per dolar AS. Walau begitu, dalam sesi penutupan di pasar spot sore hari ini posisi rupiah justru terpantau kembali bertengger di atas level Rp18.000 per dolar AS. 

Mata uang garuda ini disudahi pada angka Rp18.128 per dolar Amerika Serikat (AS), mengalami penurunan sebanyak 114 poin atau setara 0,63 persen.

Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja memprediksikan pada penghujung tahun 2026, nilai tukar mata uang rupiah atas dolar AS mempunyai peluang menguat ke rentang Rp17.500 per dolar AS.

"Jika semuanya menunjukkan hasil positif," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/7/2026).

Dirinya memaparkan, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau lebih kokoh pada Juni 2026. Situasi tersebut disokong oleh langkah kebijakan yang berfokus pada stabilitas milik Bank Indonesia (BI) serta pergeseran arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Di lain sisi, faktor penekan yang bersifat musiman berupa pembayaran dividen serta masa pelaksanaan ibadah Haji terpantau mulai menyusut. Walakin, Freddy membeberkan bahwa tingkat stabilitas nilai tukar rupiah pada dasarnya masih rentan.

"Pasar akan terus memantau perkembangan global, termasuk geopolitik dan arah suku bunga The Fed," timpal dia.

Bukan cuma itu saja, pelaku pasar pun bakal mencermati dinamika domestik seperti proses evaluasi dari S&P Global Ratings pada rentang Juli-Agustus serta tingkat konsistensi dari kebijakan pihak pemerintah.

Sebagai informasi tambahan, selaras dengan melesunya kurs mata uang rupiah, pergerakan mata uang di kawasan Asia justru bergerak variatif dengan kecenderungan mengalami penguatan atas dolar AS.

 Unit mata uang Yuan China menorehkan lonjakan paling tinggi di regional dengan kenaikan 0,15 persen. Sementara itu, Yen Jepang beserta baht Thailand secara berurutan mencatatkan penguatan 0,14 persen. 

Rupee India menguat sebesar 0,11 persen. Diikuti oleh dolar Singapura yang terpantau naik 0,05 persen. Serta dolar Hong Kong yang ikut naik tipis 0,005 persen atas dolar AS.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi berpandangan bahwa langkah percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang paruh pertama tahun 2026 ikut menjadi salah satu faktor sentimen yang mendikte pergerakan pasar, tidak terkecuali rupiah.

 Meskipun demikian, instrumen APBN 2026 pada hakikatnya tetap dikonsepkan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus menyokong delapan program prioritas nasional.

“Pelaksanaan APBN yang lebih cepat pada semester pertama tahun 2026 menjadi sentimen negatif bagi pasra,” ujar Ibrahim.

Terkini