Dukung Proyek Aluminium, ADRO Beri Jaminan US$100 Juta bagi KAI

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08:32 WIB
ADRO Jamin Fasilitas Hedging KAI US$100 Juta untuk Proyek Aluminium [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menyampaikan informasi mengenai adanya transaksi afiliasi berupa pemberian jaminan kepada entitas anaknya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), dengan nilai maksimum sebesar US$100 juta. 

Jaminan tersebut diberikan kepada KAI yang telah melakukan penandatanganan International Swaps and Derivatives Association (ISDA) Master Agreement and Schedule (ISDA Agreement) sebagai bagian dari fasilitas lindung nilai (hedging) atas harga komoditas aluminium. Saat ini, KAI sedang dalam masa ekspansi dan mematok target kapasitas produksi aluminium secara penuh pada 2026.

"Sehubungan dengan rencana pelaksanaan transaksi hedging tersebut, perseroan memberikan jaminan dengan total nilai nominal sesuai dengan jumlah terutang yang perlu dibayarkan KAI sesuai dengan transaksi hedging dengan nilai maksimal sebesar US$100 juta," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Transaksi penjaminan ini berbentuk Corporate Guarantee dari ADRO untuk menjamin pemenuhan kewajiban pembayaran KAI terkait transaksi hedging yang bakal dijalankan KAI dengan pihak lembaga keuangan internasional. 

Tujuan dari transaksi ini adalah sebagai wujud dukungan ADRO terhadap penerapan manajemen risiko yang efisien bagi KAI. Melalui pengelolaan risiko yang prudent tersebut, KAI diharapkan mampu mempertahankan stabilitas kinerja usahanya yang nantinya akan memberi kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian perseroan.

Manajemen turut memaparkan bahwa ADRO senantiasa menjalankan diversifikasi usaha untuk membentuk portofolio bisnis yang lebih seimbang serta menjadi kontributor utama terhadap penciptaan nilai tambah. 

Dalam diversifikasi bisnis tersebut, ADRO berupaya membidik peluang di sektor ekonomi hijau melalui transformasi bisnis, termasuk di bidang pengolahan mineral.

"Pengembangan pengolahan mineral tersebut dilakukan oleh perseroan, salah satunya melalui KAI sebagai perusahaan ventura bersama. KAI merupakan perusahaan yang 55,26% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan dan berfokus pada produksi ingot aluminium dari smelter aluminium yang berlokasi di kawasan industri di provinsi Kalimantan Utara," tulis perseroan.

Pada penghujung 2025, KAI telah memulai tahapan pengujian dan komisioning sebagian smelter aluminium serta akan meningkatkan operasional pot secara strategis demi meraih kapasitas produksi penuh pada 2026.

 KAI juga menjadwalkan untuk mulai merealisasikan penjualan aluminium pada 2026. Berkaitan dengan hal itu, transaksi hedging terhadap sebagian volume penjualan aluminium yang akan dijalankan oleh KAI diharapkan mampu memitigasi dampak volatilitas harga aluminium terhadap kegiatan operasional, arus kas, maupun kinerja keuangan KAI.

Terkini