ADRO Jamin Pinjaman KAI US$100 Juta untuk Proyek Aluminium

Jumat, 03 Juli 2026 | 03:16:32 WIB
Sokong Proyek Aluminium, ADRO Jamin Pinjaman KAI US$100 Juta [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mempublikasikan adanya transaksi afiliasi berupa penyerahan jaminan kepada perusahaan anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) dengan jumlah tertinggi US$100 juta.

Pemberian fasilitas jaminan ini ditujukan bagi KAI yang meresmikan kesepakatan International Swaps and Derivatives Association (ISDA) Master Agreement and Schedule (ISDA Agreement) demi kebutuhan fasilitas lindung nilai (hedging) atas pergerakan harga komoditas aluminium.

 Pada masa ini, KAI tengah melakukan ekspansi bisnis dan menargetkan volume produksi aluminium berada dalam kapasitas penuh pada tahun 2026.

"Sehubungan dengan rencana pelaksanaan transaksi hedging tersebut, perseroan memberikan jaminan dengan total nilai nominal sesuai dengan jumlah terutang yang perlu dibayarkan KAI sesuai dengan transaksi hedging dengan nilai maksimal sebesar US$100 juta," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Aktivitas pemberian jaminan tersebut diserahkan dalam skema Corporate Guarantee oleh ADRO guna menggaransi pemenuhan kewajiban bayar dari KAI bersandarkan transaksi hedging yang nantinya dieksekusi KAI bersama lembaga keuangan internasional.

Target dari transaksi ini ialah sebagai wujud sokongan ADRO bagi pengaplikasian tata kelola risiko yang efektif di tubuh KAI. 

Melalui tata kelola risiko yang prudent itu, KAI diharapkan mampu menjaga konsistensi kinerja operasionalnya yang pada ujungnya memberikan andil positif bagi performa finansial konsolidasian Perseroan.

Pihak manajemen turut menerangkan, ADRO senantiasa melangsungkan diversifikasi usaha demi melahirkan portofolio bisnis yang semakin seimbang serta berperan sebagai penyumbang penting bagi penciptaan nilai tambah.

 Lewat diversifikasi bisnis itu, ADRO berkomitmen menangkap peluang di lini ekonomi hijau melalui langkah transformasi bisnis, termasuk pada sektor pemrosesan mineral.

"Pengembangan pengolahan mineral tersebut dilakukan oleh perseroan, salah satunya melalui KAI sebagai perusahaan ventura bersama. KAI merupakan perusahaan yang 55,26% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan dan berfokus pada produksi ingot aluminium dari smelter aluminium yang berlokasi di kawasan industri di provinsi Kalimantan Utara," tulis perseroan.

Di penghujung tahun 2025, KAI sudah mengawali tahapan pengujian serta komisioning pada sebagian area smelter aluminium dan bakal mendongkrak operasional pot secara terukur demi mencapai kapasitas produksi total pada tahun 2026. KAI pun memiliki agenda untuk mengawali aktivitas niaga aluminium pada 2026.

Berkaitan dengan perkara itu, transaksi hedging atas sebagian porsi volume penjualan aluminium yang kelak dieksekusi oleh KAI diproyeksikan mampu mereduksi efek volatilitas harga aluminium terhadap dinamika usaha, perputaran arus kas, beserta performa keuangan KAI.

Terkini