Kuota Program Magang Nasional Angkatan II Naik Jadi 150.000

Senin, 29 Juni 2026 | 19:10:32 WIB
Pemerintah Tambah Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150 Ribu [FOTO: NET].

JAKARTA – Pihak eksekutif menaikkan daya tampung Program Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Angkatan II Tahun 2026 menyentuh angka 150.000 partisipan, disandingkan jumlah sebelumnya yang hanya memuat 100.000 partisipan.

Peluasan daya tampung tersebut merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto demi memperlebar celah bagi para lulusan perguruan tinggi dalam mendulang pengalaman kerja sekalian mendongkrak kesiapan menerobos pasar kerja.

"Tahun ini Presiden memutuskan untuk menambah kuota Program Magang menjadi 150.000 peserta, meningkat dari sebelumnya 100.000 peserta,” kata Yassierli di Jakarta, Senin (26/6/2026).

Yassierli mengutarakan peluasan daya tampung menjadi angin segar bagi para lulusan perguruan tinggi yang berniat menjajaki program magang nasional. Pemerintah pun menggelontorkan dana berkisar Rp 4,2 triliun demi menyokong bergulirnya agenda tersebut.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp 4,2 triliun, ini menjadi amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan program magang," ujar Yassierli.

Saat ini, Kemnaker sudah membuka fase registrasi bagi korporasi, kementerian, serta lembaga yang berniat memosisikan diri sebagai pelaksana program lewat peranti Magang Hub dalam lingkaran ekosistem SIAPKerja.

Pada tahapan ini, pihak pelaksana diperkenankan mendaftarkan posisi magang yang kelak bakal melalui proses verifikasi sebelum diumumkan kepada para calon kontestan. 

Berdasarkan penjelasan Yassierli, verifikasi ditempuh guna menjamin tiap lowongan yang tersedia betul-betul selaras dengan keahlian lulusan perguruan tinggi.

Di samping itu, kuantitas kontestan magang pada tiap perusahaan dibatasi paling banyak 20 persen dari total keseluruhan pekerja supaya mutu edukasi tetap terpelihara.

"Dua minggu ini kami memberikan kesempatan kepada perusahaan, kementerian, dan lembaga untuk mendaftarkan diri sebagai penyelenggara sekaligus mengunggah lowongan magang,” kata dia. 

“Semua posisi akan kami verifikasi agar sesuai dengan kebutuhan lulusan perguruan tinggi dan memenuhi ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

Registrasi bagi pelaksana serta tahapan verifikasi bakal bergulir hingga 15 Juli 2026 sampai 28 Juli 2026. Adapun realisasi agenda dilaksanakan bertahap ke dalam tiga fase dengan porsi masing-masing 50.000 kontestan.

"Pada 15 Juli kami mulai membuka batch pertama sebanyak 50.000 peserta. Setelah itu akan dibuka batch kedua dan ketiga, masing-masing sebanyak 50.000 peserta hingga total kuota mencapai 150.000 orang," jelas Yassierli.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengutarakan penambahan daya tampung ditempuh lantaran tingginya antusiasme warga atas Program Magang Nasional. 

Pada pelaksanaan tahun lalu, jumlah pemohon menyentuh nyaris 400.000 individu untuk daya tampung berkisar 100.000 kontestan.

"Tahun lalu peserta magang mencapai lebih dari 100.000 orang, sementara jumlah pelamarnya hampir 400.000. Tahun ini pemerintah meningkatkan kuotanya menjadi 150.000 peserta agar semakin banyak lulusan yang memperoleh kesempatan mengikuti program ini," ujar Teddy.

Menurut pandangan Teddy, Program Pemagangan Nasional terbukti memosisikan diri sebagai penghubung bagi lulusan perguruan tinggi untuk menembus dunia kerja. 

Mengacu data Kemnaker, berkisar 30 persen kontestan angkatan terdahulu langsung memperoleh pekerjaan usai merampungkan masa magang selama enam bulan.

Selain para lulusan perguruan tinggi, pemerintah pun membuka celah bagi rumpun profesi tertentu serta kaum penyandang disabilitas untuk mengikuti Program Magang Nasional selaras dengan aturan yang berlaku. 

Pemerintah berharap peluasan daya tampung tersebut mampu menghadirkan faedah yang kian luas sekalian menyokong peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.

"Dari peserta magang tahun lalu, sekitar 30 persen langsung bekerja setelah menyelesaikan program. Artinya, program ini menjadi jembatan nyata bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan," tegas Teddy.

Terkini