Implementasi B50, SMSM Genjot Penjualan Filter Kendaraan

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:14:01 WIB
SMSM Proyeksikan Mandatori B50 Dongkrak Bisnis Filtrasi [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) memperkirakan pemberlakuan mandatori Biodiesel 50% (B50) per Juli 2026 bakal menjadi stimulus positif bagi lini bisnis filtrasi perusahaan. 

Ekspansi pemanfaatan biodiesel dipandang berpeluang memicu lonjakan permintaan filter kendaraan untuk jangka panjang.

Wakil Direktur Utama SMSM Ang Andri Pribadi mengutarakan bahwa prospek bisnis komponen otomotif di dalam negeri masih terbilang menjanjikan. 

Berdasarkan analisisnya, penerapan kebijakan B50 mampu menghadirkan ceruk pertumbuhan anyar, terutama pada lini produk filtrasi.

"Salah satu potensi pendorong pertumbuhan bagi bisnis filtrasi adalah implementasi program biodiesel B50 yang direncanakan mulai berlaku pada Juli 2026," ujar Andri kepada Bisnis, dikutip Jumat (26/6/2026).

Dirinya memaparkan, jika ditinjau dari kacamata industri filtrasi, penambahan porsi biodiesel dalam bahan bakar diproyeksikan bakal menaikkan intensitas pergantian filter ketimbang pemakaian solar biasa. Fenomena ini berpotensi menjadi motor penggerak bagi serapan produk filter di masa depan.

Di samping itu, laju pertumbuhan di sektor logistik, proyek infrastruktur, hingga mobilitas di ranah transportasi, pertambangan, dan manufaktur diprediksi konsisten menyokong kebutuhan pasokan produk filtrasi, khususnya pada segmen kendaraan serta alat berat (heavy-duty).

"Di sisi lain, keberadaan pasar ekspor yang terdiversifikasi memberikan peluang pertumbuhan yang lebih luas sekaligus membantu menjaga ketahanan bisnis di tengah berbagai siklus ekonomi," jelasnya.

Kendati memiliki prospek cerah, SMSM tidak menampik bahwasanya sektor industri komponen otomotif masih dilingkupi sederet tantangan, mulai dari koreksi permintaan, pengetatan kompetisi bisnis, hingga volatilitas ekonomi global. 

Realitas tersebut menuntut para pelaku industri untuk bergerak lebih responsif terhadap dinamika pasar dan arah kebijakan.

"Selain itu, dinamika regulasi yang mengharuskan pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, diversifikasi pasar menjadi salah satu kekuatan utama SMSM," kata Andri.

Sejauh ini, porsi berkisar 65% dari akumulasi omzet perseroan disumbang oleh pasar internasional dengan koridor pemasaran yang sukses menembus lebih dari 125 negara. 

Berdasarkan penuturan Andri, taktik diversifikasi tersebut memegang andil vital dalam memelihara konsistensi pertumbuhan usaha sekaligus meminimalkan keterikatan pada situasi ekonomi di negara atau area tertentu.

Di sisi lain, otoritas pemerintah mengonfirmasikan bahwa serangkaian pengujian teknis B50 telah dieksekusi pada beraneka ragam moda transportasi serta alat berat, mencakup armada bermotor, kapal laut, moda kereta api, hingga mesin pertanian. Output dari pengujian tersebut hingga kini diklaim menorehkan performa yang positif.

Lewat guliran program B50 ini, pemerintah mengusung target untuk memangkas volume impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara berkala. 

Regulasi ini diharapkan mampu mengeskalasi utilisasi energi berbasis komoditas lokal sekaligus mengikis ketergantungan terhadap pasokan energi impor.

Terkini