DPR Minta Wacana Pasien TBC Dapat MBG Direncanakan Matang

Rabu, 24 Juni 2026 | 18:07:31 WIB
Soal Wacana MBG untuk Pasien TBC, Anggota DPR Minta Kajian Matang [FOTO: NET].

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi mendesak pemerintah agar menyusun skema perencanaan yang matang mengenai gagasan memasukkan penderita tuberkulosis (TBC) sebagai kelompok sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya memahami bahwa pasien TBC membutuhkan dukungan gizi yang baik agar pengobatannya berhasil. Tetapi pertanyaannya, apakah Kementerian Kesehatan sudah memiliki kajian yang komprehensif terkait kebutuhan anggarannya?" kata Nurhadi dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Ia memaklumi bahwa usulan tersebut mencuat lantaran Indonesia hingga kini masih menduduki posisi sebagai salah satu negara dengan beban kasus TBC terbesar di lingkup global.

Kendati demikian, ia mengingatkan Menteri Kesehatan (Menkes) supaya tidak sekadar menggulirkan gagasan ke publik tanpa disertai dengan persiapan regulasi dan teknis yang matang.

"Bagaimana mekanisme pendataannya? Bagaimana pengawasannya? Dan siapa yang akan memastikan bantuan tersebut benar-benar diterima oleh pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan?" ucap Nurhadi.

Menurut pandangannya, Menkes wajib memberikan penjelasan secara mendalam mengenai target dampak yang ingin diwujudkan jika pasien TBC diakomodasi sebagai penerima manfaat jatah pangan gratis tersebut.

"Jangan sampai program yang sudah memiliki sasaran utama tertentu kemudian terus dibebani berbagai kelompok penerima baru tanpa perhitungan yang jelas," ungkap Nurhadi.

Politikus dari Partai Nasdem ini menyambung, seandainya pengidap TBC memang direalisasikan masuk dalam sasaran program MBG, pihak eksekutif berkewajiban memaparkan indikator capaian yang rasional dan terukur.

"Berapa angka kesembuhan yang ingin ditingkatkan? Berapa angka kematian yang ingin diturunkan? Dan berapa tambahan anggaran yang harus disiapkan negara?" tuturnya.

Pasien TBC dapat MBG

Menkes Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengajukan usul agar masyarakat yang mengidap tuberkulosis (TBC) dilibatkan ke dalam target penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan penilaian Budi, pasokan nutrisi yang mencukupi bakal membantu mengoptimalkan durasi penyembuhan pasien TBC, mengingat mereka wajib mengonsumsi obat secara rutin dalam rentang waktu yang lama, berkisar antara enam hingga 12 bulan.

"Dari hasil penelitian jurnal-jurnal internasional dan sudah diterapkan juga di India dan China, orang yang penderita TBC diobati kan selama 6 bulan sampai 12 bulan," ujar Budi, saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (23/6/2026).

Budi menerangkan, gagasan itu telah diutarakan langsung olehnya ketika melangsungkan diskusi bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang beserta jajaran pengurus program MBG, berkenaan dengan segmentasi masyarakat yang patut diutamakan dalam distribusi alokasi nutrisi.

Ia memandang bahwa program MBG memiliki potensi besar untuk difungsikan sebagai instrumen krusial bagi pemerintah dalam mengentaskan beragam problematika sektor kesehatan, terutama yang bersinggungan langsung dengan isu defisit gizi.

Terkini