Kejar Transformasi BUMN, Danantara Targetkan Konsolidasi 300 Entitas

Senin, 22 Juni 2026 | 20:10:31 WIB
Prabowo-Rosan Bahas Percepatan Konsolidasi 300 Entitas BUMN [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mendiskusikan percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Danantara Rosan Roeslani dalam agenda pertemuan di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan pihak pemerintah senantiasa memacu langkah konsolidasi serta transformasi BUMN demi mendongkrak efisiensi operasional sekaligus mengokohkan tata kelola perusahaan pelat merah tersebut.

"Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat," tulis Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (22/6/2026).

Menurut penuturan Teddy, dalam agenda tatap muka tersebut Presiden dan Rosan mengulas rupa-rupa rencana strategis, tidak terkecuali perihal percepatan penyatuan struktur BUMN yang saat ini terus digulirkan di bawah kendali Danantara.

"Pada hari Minggu ini, 21 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Danantara, Bapak Rosan Roeslani di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta," tulisnya.

Ia menguraikan, dari akumulasi berkisar 1.077 entitas BUMN yang eksis saat ini, tercatat sebanyak 258 entitas sudah sukses disatukan. 

Pihak pemerintah pun membidik target perampingan terhadap kurang lebih 300 entitas tambahan dalam tenggat waktu dekat.

"Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat," ujar Teddy.

Pemerintah memandang kebijakan restrukturisasi tersebut teramat krusial guna menaikkan efektivitas kinerja, memantapkan tata kelola korporasi, serta memangkas bermacam pos pengeluaran yang selama ini menjadi beban finansial bagi negara.

"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara," tandas Teddy.

Terkini