Hassan Wirajuda: Indonesia Harus Pantau Ketat Negosiasi AS dan Iran

Senin, 22 Juni 2026 | 19:12:31 WIB
Mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda.

JAKARTA - Mantan Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, menegaskan pentingnya Indonesia untuk terus memantau serta mempersiapkan langkah antisipasi terhadap perkembangan negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.

"Kita perlu mengikuti dari dekat perkembangan ini untuk membaca apa implikasinya bagi kita dan dunia," ujar Hassan di sela-sela Forum Jakarta 2026, Senin (22/6/2026).

Menurut Hassan, meredanya ketegangan antara kedua negara telah membawa sentimen positif bagi pasar global, yang ditandai dengan mulai pulihnya harga minyak dunia. 

Hal ini memberikan secercah harapan bagi penyelesaian krisis energi yang sempat membebani banyak negara, termasuk Indonesia. 

Namun, ia mengingatkan bahwa proses pemulihan akan memakan waktu, terutama mengingat kondisi Selat Hormuz yang masih memerlukan pembersihan sisa-sisa ranjau akibat konflik.

Status keamanan di Selat Hormuz pun dinilai masih sangat dinamis dan bergantung pada kepatuhan masing-masing pihak terhadap kesepakatan gencatan senjata. 

Meski demikian, Hassan memandang perundingan perdamaian tersebut tetap memiliki proyeksi yang positif. Ia menambahkan bahwa meskipun ancaman diplomatik dari pihak AS masih ada, banyak elemen di Washington yang tetap berkomitmen untuk menempuh jalur negosiasi.

Saat ini, perundingan di Swiss dilaporkan menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk upaya untuk mengakhiri konflik di Lebanon dan meringankan tekanan ekonomi terhadap Iran. 

Melalui dukungan pihak penengah seperti Qatar dan Pakistan, para pihak yang bertikai kini sepakat untuk membentuk mekanisme koordinasi bersama guna memastikan penghentian operasi militer berjalan sesuai kesepakatan.

Terkini