Incar Dana IPO Rp62,75 Miliar, Ini Rencana Bisnis Prodia Diagnostic

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:40:01 WIB
Prodia Diagnostic Line (PRDL) Bakal IPO, Simak Rencana Penggunaan Dana [FOTO : NET].

JAKARTA - PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL), calon emiten di sektor kesehatan, memaparkan rencana strategis penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut akan difokuskan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Berdasarkan prospektus IPO, porsi terbesar dana tersebut akan dialokasikan oleh anak usaha grup Prodia yang bergerak di bidang alat kesehatan diagnostik medis ini untuk melunasi pinjaman perbankan. 

Langkah ini ditempuh guna menekan beban utang dan meningkatkan fleksibilitas keuangan seiring upaya perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis diagnostik dan laboratorium.

Secara rinci, prospektus awal menyebutkan senilai Rp35,67 miliar dari dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi pokok fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. 

(Bank Panin). Pelunasan kepada Bank BCA mencakup fasilitas Kredit Lokal sebesar Rp10 miliar, Kredit Investasi I senilai Rp10,5 miliar, dan Kredit Investasi II sebesar Rp19,5 miliar. 

Adapun untuk Bank Panin, perseroan akan melunasi Rp14,17 miliar dari sisa saldo Pinjaman Jangka Panjang (PJP) B2B Small Medium Business.

Selain memperbaiki struktur permodalan, Prodia Diagnostic Line menyiapkan sekitar 28,92% dari total dana IPO untuk belanja modal (capital expenditure/capex). 

Dana ini akan mendukung peningkatan kapasitas dan efisiensi operasional, mencakup pembelian mesin produksi, peralatan kalibrasi, kendaraan operasional, pengembangan sistem perangkat lunak, hingga penambahan Air Handling Unit (AHU) untuk Laboratorium Biomolekuler. 

Investasi ini dinilai krusial untuk menjawab permintaan layanan diagnostik yang terus tumbuh seiring kebutuhan sektor kesehatan terhadap alat yang lebih modern.

Sementara itu, sekitar 8,51% dana IPO dialokasikan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional harian, termasuk pembelian bahan baku, pengembangan produk, serta aktivitas pemasaran dan penjualan.

PRDL berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2026 dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan kisaran harga Rp100-Rp120 per saham, perseroan berpotensi meraih dana hingga Rp62,75 miliar. 

Masa bookbuilding berlangsung pada 18–23 Juni 2026, dengan target pencatatan saham di BEI pada 9 Juli 2026. Dalam aksi ini, PRDL menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Terkini