Perkuat Ketahanan Pangan, RI Manfaatkan Kerja Sama BRICS

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:56:01 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil.

JAKARTA - Indonesia memanfaatkan kerja sama BRICS untuk mempercepat modernisasi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, memperluas akses teknologi dan investasi, serta meningkatkan produktivitas guna mendukung swasembada pangan nasional. 

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Pertanian, Minggu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengatakan kerja sama negara-negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui percepatan modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas.

"Serta pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan," kata Ali yang mewakili Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam Pertemuan Menteri Pertanian BRICS Presidensi India 2026 yang berlangsung di Indore, India, pada 12–13 Juni 2026. 

Pertemuan bertema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability" tersebut menghasilkan Deklarasi Bersama yang menegaskan komitmen penguatan ketahanan pangan global, peningkatan kesejahteraan petani, serta perluasan kerja sama di bidang inovasi, teknologi, perdagangan, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Ali menegaskan bahwa Indonesia sangat menghargai pertemuan ini sebagai platform penting untuk memperkuat kerja sama menuju sistem pertanian dan pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Indonesia mendukung penguatan kerja sama di bidang sistem perbenihan, sarana produksi, sumber daya genetik, dan pertanian digital. 

Hasil pertemuan ini membuka peluang strategis bagi Indonesia, seperti akses riset melalui BRICS Agricultural Research Platform (BARP), kolaborasi teknologi digital dan AI, hingga pemanfaatan skema pembiayaan melalui New Development Bank (NDB).

Di sela pertemuan, delegasi Indonesia melaksanakan pertemuan bilateral dengan Afrika Selatan dan India untuk membahas standar mutu, keamanan pangan, serta memfasilitasi akses pasar bagi komoditas unggulan. 

Khusus dengan India, Indonesia menjajaki penyediaan benih gandum dan bawang putih, serta program peningkatan kapasitas petani. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi melalui mekanisasi dan teknologi adalah kunci. “Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kami mendorong pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani terdorong meningkat,” kata Amran.

Terkini