Pratinjau Belanda vs Jepang: Ujian Berat Samurai Blue di Grup F

Minggu, 14 Juni 2026 | 13:15:01 WIB
Jepang akan menghadapi tantangan berat saat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Belanda pada pertandingan pembuka Grup F [FOTO : NET].

JAKARTA - Jepang bakal menemui ujian terjal tatkala mengawali kiprah mereka di ajang Piala Dunia 2026 dengan menantang Belanda pada laga perdana Grup F yang digelar di Dallas Stadium, Senin WIB.

Partai ini mempertemukan dua kesebelasan yang bermodalkan catatan impresif sepanjang babak kualifikasi.

Jepang menjadi negara pertama di luar barisan tiga tim tuan rumah yang menyegel tiket ke putaran final usai tampil perkasa di kualifikasi zona Asia, sementara Belanda melenggang dengan status juara grup di zona Eropa tanpa sekalipun menderita kekalahan.

Bagi Jepang, laga ini menandai partisipasi kedelapan mereka secara berturut-turut di pentas Piala Dunia. Skuad Samurai Blue pun mengusung ekspektasi tinggi demi melewati pencapaian tertinggi mereka yang selama ini selalu terhenti di babak 16 besar.

Kendati demikian, kesiapan Jepang sedikit terusik menyusul absennya sang kapten sekaligus gelandang bertahan andalan, Wataru Endo.

Pemain yang kini berumur 33 tahun tersebut dipastikan tidak dapat merumput lantaran cedera kaki yang tak kunjung membaik dan terpaksa menyudahi karier internasionalnya menjelang putaran final dimulai.

Kehilangan Endo menjadi kerugian tersendiri bagi armada racikan Hajime Moriyasu, mengingat signifikansi perannya selaku komandan di lapangan hijau sekaligus sosok paling sarat pengalaman di dalam skuad.

Jepang sekarang bakal bertumpu pada generasi baru yang dikomandoi oleh Takefusa Kubo demi mempertahankan tren positif yang sudah dirajut sejak Piala Dunia 2022 lalu.

Empat tahun silam di Qatar, Jepang menyita atensi dunia setelah sukses menumbangkan tim raksasa Jerman dan Spanyol pada babak penyisihan grup.

Walaupun pada akhirnya harus angkat koper lewat drama adu penalti kontra Kroasia di fase 16 besar, performa apik kala itu menjadi fondasi kokoh bagi rasa percaya diri mereka menyongsong turnamen edisi kali ini.

Di kubu berseberangan, Belanda datang dengan mengusung target yang tidak kalah tinggi. Catatan tiga kali menembus partai final Piala Dunia tanpa sekalipun mencicipi gelar juara membuat Oranje kembali memikul misi besar guna menyudahi penantian panjang merengkuh trofi paling prestisius di jagat sepak bola tersebut.

Pelatih Ronald Koeman pun terpaksa melakukan perombakan komposisi pemain di detik-detik terakhir setelah bek Jurrien Timber tereliminasi dari skuad akibat dihantam cedera pangkal paha. Guna menambal lubang tersebut, Belanda memanggil Lutsharel Geertruida demi memperkokoh sektor pertahanan.

Meski tidak diperkuat Timber, Belanda tetap mempunyai basis pertahanan yang solid berkat kombinasi barisan pilar berpengalaman serta talenta yang sudah matang di kompetisi elite benua Eropa.

Keberadaan deretan pemain yang berkompetisi secara reguler di ajang Liga Champions menjadi salah satu modal krusial bagi Oranje dalam mengarungi turnamen ini.

Pertandingan ini juga menyajikan memori rekor pertemuan kedua tim pada Piala Dunia 2010. Pada saat itu, Belanda menang dengan skor tipis 1-0 lewat sumbangan gol Wesley Sneijder di babak grup sebelum mereka melenggang hingga ke partai puncak.

Bukan sekadar ajang perebutan tiga poin perdana, hasil dari laga ini berpotensi besar memetakan arah persaingan di Grup F yang dihuni pula oleh Swedia dan Tunisia.

Kemenangan bakal menyuguhkan keuntungan melimpah bagi salah satu tim guna memelihara kans melaju ke babak gugur sejak awal kompetisi bergulir.

Di atas kertas, Belanda dinilai sedikit lebih diunggulkan berkat faktor pengalaman serta kualitas individu yang mereka miliki.

Walau demikian, Jepang sudah berulang kali membuktikan kapasitas mereka dalam menghadirkan kejutan saat bersua tim-tim mapan, sehingga bentrokan di Dallas diprediksi berjalan ketat semenjak menit pertama.

Terkini