Produk Unggulan UMKM Binaan EMP Meriahkan Ajang PIISU 2026

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:48:31 WIB
Produk manisan buah balakka dari Kabupaten Padang Lawas hingga kerajinan tanjak khas Langkat tampil dalam Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2026 [FOTO : NET]

JAKARTA — Beragam produk, mulai dari manisan buah balakka asal Kabupaten Padang Lawas hingga kerajinan tanjak khas Langkat, dipamerkan dalam ajang Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2026 yang berlokasi di Parapat, Kabupaten Simalungun. 

Produk-produk tersebut merupakan hasil binaan PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) melalui unit usahanya, yakni PT EMP Tonga dan EMP Gebang Limited, yang berpartisipasi dalam pameran yang digelar pada 10–13 Juni 2026.

 Bagi pelaku usaha kecil, kehadiran di PIISU menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk lokal ke jangkauan pasar yang lebih luas. Sementara bagi EMP, langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar area operasi perusahaan.

EMP Tonga menampilkan dua produk andalan UMKM binaan dari Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, yaitu Sweet Balakka dan Ulame.

 Sweet Balakka merupakan olahan manisan dari buah balakka yang memiliki cita rasa khas, sedangkan Ulame adalah makanan tradisional sejenis dodol yang sudah lama dikenal oleh warga setempat. Salah seorang pengunjung, Jumita Sipahutar, mengungkapkan ketertarikannya setelah mencicipi produk Ulame di gerai EMP Tonga. 

Menurutnya, dodol dari UMKM binaan tersebut memiliki rasa yang berbeda dibandingkan produk serupa yang beredar di pasaran. 

“Dodol ini berbeda dari yang biasa saya temui. Rasanya manis dan legit, tetapi teksturnya tidak lengket sehingga lebih nyaman saat dinikmati. Saya juga baru tahu kalau ini merupakan produk UMKM binaan EMP Tonga,” ungkap Jumita.

Di sisi lain, EMP Gebang membawa sejumlah produk UMKM binaan dari Kabupaten Langkat, mulai dari kerajinan tanjak karya Duta Tanjak Langkat hingga aneka kudapan seperti Kue Bawang Kecepai, Kue Bawang Kecepai Pedas, Kembang Loyang, dan Peyek.

 Deretan produk tersebut menjadi bukti potensi ekonomi kreatif serta kuliner lokal yang terus dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat oleh perusahaan.

Selama pameran, produk UMKM binaan EMP Tonga dan EMP Gebang menarik banyak perhatian dari pengunjung serta para pemangku kepentingan yang hadir. Partisipasi dalam ajang skala provinsi ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih lebar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Selain mendukung promosi UMKM, EMP turut berkolaborasi dengan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) serta sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memberikan edukasi kepada puluhan siswa SMA Negeri 1 Ajibata terkait industri hulu minyak dan gas bumi. 

Dalam sesi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai proses bisnis di industri hulu migas, peran sektor energi bagi pembangunan nasional, hingga prospek pengembangan sumber daya manusia di masa depan. 

Kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan industri energi kepada generasi muda sekaligus memperluas wawasan mengenai berbagai profesi yang tersedia di sektor hulu migas.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara, Bismar Ritonga, ST, MSE, menilai sinergi antara industri hulu migas dan masyarakat menjadi elemen vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Menurutnya, program pemberdayaan perusahaan membuktikan bahwa kehadiran industri tidak hanya berfokus pada penyediaan energi, tetapi juga memberikan manfaat sosial serta ekonomi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

EMP CSR and Communication Division Manager, Iman Soerjasantosa, mengatakan bahwa partisipasi dalam PIISU 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan. 

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap UMKM binaan dapat semakin berkembang, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan,” menurutnya.

Terkini