Rupiah Menguat ke Rp17.860, Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:06:02 WIB
Nilai tukar rupiah.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026) sore ditutup menguat 129 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di posisi Rp17.989 per dolar AS. 

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penguatan ini didorong oleh kombinasi sentimen domestik yang berhasil meredakan kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal.

"Faktor domestik yang membantu rupiah adalah koordinasi BI dan pemerintah yang lebih kuat, kenaikan suku bunga acuan, daya tarik imbal hasil aset rupiah, serta data APBN Mei yang relatif lebih baik. Defisit APBN masih terkendali, keseimbangan primer surplus, dan pendapatan negara tumbuh cukup kuat," ujar Josua di Jakarta, Jumat (12/6). 

Menurutnya, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan suku bunga acuan telah memberikan bantalan yang cukup bagi nilai tukar rupiah. 

Selain itu, peningkatan daya tarik Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) terbukti mulai menarik kembali arus dana asing, khususnya pada tenor pendek dan menengah.

Kendati demikian, Josua mengingatkan bahwa pasar masih menanti konsistensi disiplin fiskal hingga akhir tahun, mengingat risiko peningkatan belanja pemerintah pada semester kedua serta besarnya beban subsidi energi. 

Penguatan rupiah sendiri sempat tertahan oleh faktor eksternal, seperti kembali menguatnya dolar AS akibat ketegangan di Timur Tengah yang mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

"Selama dolar AS masih kuat dan harga minyak masih mudah bergejolak, rupiah tetap rentan meskipun BI sudah menaikkan suku bunga," tambahnya. 

Sejalan dengan pergerakan di pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat menguat ke level Rp17.921 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.981 per dolar AS.

Terkini