Danantara Indonesia Finalisasi Merger Tiga Anak Usaha Pertamina

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:49:16 WIB
Danantara Indonesia Finalisasi Merger Tiga Anak Usaha Pertamina

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia sedang memfinalisasi rencana merger tiga anak usaha Pertamina. 

Langkah ini mencakup PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping. Merger dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan efisiensi perusahaan.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa finalisasi proses merger berlangsung secara intensif. Tujuan utama adalah menciptakan entitas yang lebih efisien dan inovatif. Proses ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap operasional dan kinerja bisnis.

Merger tiga anak usaha ini menjadi bagian dari transformasi subholding downstream. Langkah tersebut menegaskan upaya perusahaan dalam menyederhanakan struktur organisasi. Dengan penggabungan, perusahaan akan memiliki koordinasi yang lebih efektif.

Tujuan dan Manfaat Merger

Merger ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas inovasi. Proses ini memungkinkan pengelolaan sumber daya lebih optimal. Setiap lini bisnis akan beroperasi dalam satu koordinasi yang lebih terintegrasi.

Rosan menjelaskan bahwa penggabungan tiga subholding akan mempermudah pengambilan keputusan. Struktur yang lebih ramping mendukung respons perusahaan terhadap dinamika pasar. Selain itu, efisiensi biaya operasional menjadi salah satu fokus utama merger.

Langkah ini juga diharapkan meningkatkan daya saing perusahaan di sektor hilir migas. Penggabungan mempermudah kolaborasi antarunit usaha. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis dapat lebih cepat dan terarah.

Kepastian bagi Karyawan dan Tanpa PHK

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan proses merger aman bagi karyawan. Pengumuman telah dilakukan kepada seluruh staf tanpa disertai PHK. Prinsip “no one left behind” menjadi pedoman perusahaan.

Setiap karyawan diberikan informasi secara transparan mengenai rencana merger. Tujuannya agar seluruh tim memahami perubahan struktur. Hal ini menjaga motivasi dan stabilitas internal perusahaan.

Perusahaan menekankan bahwa penggabungan tidak memengaruhi hak dan posisi karyawan. Semua persiapan telah disiapkan untuk memastikan transisi yang lancar. Dengan demikian, karyawan tetap menjadi bagian penting dalam entitas baru.

Persiapan Kondisi dan Syarat Merger

Seluruh prasyarat atau condition precedents telah dipersiapkan sebelum merger diumumkan. Perusahaan memastikan semua aspek legal dan operasional siap. Hal ini penting agar proses merger berjalan tanpa hambatan.

Meski tanggal efektif belum diumumkan, kesiapan internal perusahaan sudah matang. Semua prosedur telah disesuaikan untuk mempermudah integrasi tiga subholding. Perusahaan fokus pada kelancaran penggabungan dari sisi teknis dan manajerial.

Pengelolaan aset, sumber daya manusia, dan sistem operasional telah diatur secara terintegrasi. Setiap departemen memahami tanggung jawabnya di entitas baru. Langkah ini meminimalisir risiko gangguan operasional setelah merger.

Pembentukan Subholding Downstream

Hasil penggabungan tiga anak usaha ini akan membentuk satu subholding downstream. Sebelumnya Pertamina memiliki enam subholding, tiga di antaranya disatukan. Langkah ini memperkuat struktur perusahaan di sektor hilir.

Subholding downstream akan menangani seluruh kegiatan hilir migas secara terpadu. Struktur ini memudahkan koordinasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Dengan entitas baru, Pertamina dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing industri.

Perusahaan menegaskan bahwa merger menjadi bagian strategi transformasi jangka panjang. Integrasi subholding diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Dampaknya akan terasa pada efisiensi operasional dan inovasi produk serta layanan.

Terkini