JAKARTA - Bank Jateng memperkuat komitmennya terhadap lingkungan dengan mendukung program low carbon, reboisasi, dan konservasi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis, 29 Januari 2026. Program ini diinisiasi oleh Rumah Ramah Alambuh dengan fokus pada pelestarian alam sekaligus peningkatan nilai ekonomi masyarakat.
Dukungan Bank Jateng untuk Pembangunan Berkelanjutan
Program konservasi ini menyasar tiga lokasi prioritas, yaitu Kecamatan Pandanarum, Banjarmangu, dan Wanayasa. Asisten Sekda Bidang II Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho, mengapresiasi kontribusi nyata Bank Jateng dalam menjaga kelestarian alam wilayah utara Banjarnegara.
“Terima kasih kepada Bank Jateng yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga tahun depan cakupannya dapat meluas ke kecamatan lain demi Banjarnegara yang maju dan sejahtera,” ujarnya. Dukungan ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara lembaga keuangan dan pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Banjarnegara, Lili Widiyani, menegaskan bahwa keterlibatan bank merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah untuk memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. “Bank Jateng siap hadir mendukung kegiatan yang membantu masyarakat. Bukan hanya lingkungan yang aman dari bencana, tapi juga memberikan nilai ekonomis di kemudian hari,” jelasnya.
Fokus pada Komoditas Bernilai Tinggi dan Ramah Lingkungan
Kegiatan konservasi kali ini menekankan penanaman Aren dan Vanili, dua komoditas dengan nilai finansial tinggi dan berperan dalam menjaga kualitas tanah serta air. Langkah ini menunjukkan bagaimana pertumbuhan ekonomi dan perlindungan ekosistem dapat berjalan beriringan.
Penanaman Aren dan Vanili juga diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal melalui peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan. Program ini dirancang agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara produktif sambil menjaga keseimbangan lingkungan.
Bank Jateng melihat kegiatan ini sebagai bagian dari strategi corporate social responsibility yang menyinergikan tujuan ekonomi dan keberlanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan program lingkungan lainnya di wilayah Jawa Tengah.
Melalui program ini, Bank Jateng tidak hanya berperan dalam konservasi alam, tetapi juga mendukung ketahanan ekonomi masyarakat setempat. Konsep low carbon dan reboisasi diharapkan menurunkan risiko bencana sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Keterlibatan bank dalam kegiatan sosial-ekonomi lingkungan ini memperkuat citra Bank Jateng sebagai lembaga yang peduli terhadap keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Bank Jateng menegaskan akan terus mendorong inisiatif serupa di masa mendatang untuk memberikan manfaat jangka panjang.
Program konservasi ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga keuangan dapat mengambil peran lebih luas daripada sekadar layanan perbankan. Bank Jateng membuktikan bahwa tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi daerah.
Kolaborasi dengan Rumah Ramah Alambuh dan pemerintah setempat menjadi kunci keberhasilan program, memastikan implementasi kegiatan tepat sasaran dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menerapkan program lingkungan yang produktif dan berkelanjutan.
Bank Jateng menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mengelola komoditas bernilai tinggi secara berkelanjutan. Kesadaran warga lokal menjadi faktor penting agar program konservasi dapat membawa dampak nyata bagi ekonomi dan ekosistem.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan penanaman Aren dan Vanili ini diharapkan menjadi awal dari program konservasi yang lebih luas di Banjarnegara. Bank Jateng optimis bahwa langkah ini akan menciptakan keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Program low carbon, reboisasi, dan konservasi yang didukung Bank Jateng membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat bersinergi. Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana lembaga keuangan dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan berkelanjutan.